Film Bollywood dengan
judul 3 Idiots yang disutradarai oleh Rajkumar Hirani ini bercerita tentang
kisah 3 sekawan bernama Rancho (Aamir Khan), Raju (Sharman Joshi), dan Farhan
(R. Madhavan), sebagai mahasiswa di salah satu institut engineering terkemuka di
India. Sistem pendidikan yang diterapkan di kampus tersebut mementingkan
kompetisi bagi mahasiswanya untuk menjadi yang terbaik. “Hidup adalah sebuah
perlombaan, jika Anda lambat, maka Anda akan terinjak-injak”, itulah pesan
pertama Rektor Viru Sahastrabudhhe (Boman Irani) saat menyambut para mahasiswa
barunya. Rektor Viru S adalah tokoh perfeksionis yang kolot, menganggap
kegagalan seorang mahasiswa adalah sesuatu yang wajar, hanya yang terbaiklah
yang berhak untuk dihargai. Mahasiswa yang tidak mampu bersaing secara alamiah
akan kalah, gagal dan tak perlu dihiraukan.
Dengan sistem kompetisi tersebut mahasiswa
akhirnya hanya memfokuskan diri belajar untukmeraih kelulusan dan nilai
terbaik. Mahasiswa tidak lagi belajar untuk mengerti, memahami dan
memaknai filosofi dari apa yang dipelajarinya. Efek lain dari sistem tersebut
adalah banyaknya mahasiswa yang putus asa bahkan ada yang bunuh diri
karena gagal. Sistem pendidikan yang membunuh kreativitas dan hanya
mementingkan kompetisi merebut nilai dan kelulusan tersebut ditentang oleh
Rancho, seorang mahasiswa genius tapi memiliki pandangan berbeda tentang
pendidikan.
Kisah 3 mahasiswa ini diwarnai dengan
pergulatan pencarian jati diri dan kepercayaan diri, masalah dengan keluarga
masing-masing, kisah cinta, dan kesetiakawanan. Semua itu bercampur dan
mengaduk-aduk perasaan penonton dalam tawa, canda dan kesedihan dengan karakter
yang enjoy ala
mahasiswa. Film dengan alur maju mundur ini mengakhiri perjalanan kisah tiga
sekawan yang pantang menyerah dengan sukses dan bahagia.
Beberapa kritik bagi dunia pendidikan
Film ini mengkritik sistem pendidikan yang
kaku, dimana mahasiswa dipaksa berkompetisi hanya untuk mengejar nilai dan
kelulusan. Sistem pendidikan yang menyeramkan, dipenuhi dengan aturan-aturan
dan hukuman. Sekolah seperti ini tak ada bedanya dengan penjara. Dengan sistem
pendidikan yang seperti ini, mustahil diharapkan munculnya inovasi dan
kreativitas dari mahasiswa, yang lahir hanyalah mahasiswa penurut,
penghapal (copy paste)
yang miskin analisa. Kemampuan analisa, kreativitas dan inovasi hanya akan
muncul pada diri mahasiswa dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Kritik yang lain dari film ini adalah
pandangan orang tua yang ingin memaksakan kehendak bagi anak- anaknya karena prestise atau karena
dengan jurusan tertentu akan mendapatkan jaminan pekerjaan yang dianggap
hebat. Dokter untuk perempuan dan insinyur untuk laki-laki. Mahasiswa yang
memasuki jurusan tanpa minat dan bakat, bahkan memiliki minat dan bakat
yang lain tapi karena tekanan orang tua memaksakan untuk memasuki jurusan
tertentu tidak akan berhasil secara optimal. Bahkan cenderung gagal dan frustrasi
karena konflik batin yang tak berkesudahan.
Selain itu, film ini menekankan kepercayaan
diri bagi seorang mahasiswa untuk berhasil. “All
is well” adalah mantra yang populer di film ini untuk meningkatkan
kepercayaan diri. Jika anda terbebani dengan berbagai persoalan dalam belajar
termasuk beban untuk sukses, belajar anda tidak akan menyenangkan dan tentu
tidak memberikan hasil yang memuaskan. Tapi jika anda belajar dengan sepenuh
hati tanpa beban, anda akan mendapatkan hasil yang memuaskan dan kesuksesan
akan mengikutinya.
Nilai Utama Film
Menurut saya film 3 IDIOTS
memuat nilai-nilai pendidikan, persahabatan, dan perjuangan hidup. Film itu
menekankan tentang pola pikir seseorang yang mampu merubah pandangan hidup
orang-orang di sekitarnya. Segala
sesuatu yang dilakukan harus dilandasi dengan hati yang ikhlas, begitu juga
dengan belajar. Belajar dengan hati dan keikhlasan akan mendapatkan hasil yang
lebih baik. Belajar jangan hanya menghafal tapi memahami apa yang dipelajari.
Belajar tidak harus dari orang yang lebih tua tapi bisa dari yang lebih muda
dari kita. jangan melihat siapa yang mengatakan tapi lihatlah apa yang
disampaikan.
Implikasi Film Tersebut
di Dalam Pembelajaran
1.
Pembelajaran bukan sebuah
mesin yang selalu bekerja secara statis.
2.
Belajar untuk berani
menerapkan teori-teori yang telah di pelajari.
3.
Belajar adalah memahami
pengetahuan baru bukan menghafal isi buku.
4.
Belajar bukan untuk mencari nilai, tetapi
untuk memperoleh pengetahuan.
5.
Belajar bukan untuk mengejar
kesuksesan, tetapi untuk membesarkan jiwa.
6.
Belajar itu bukan untuk
mengumpulkan ilmu, tetapi justru mempertajam cara memperoleh ilmu.
7.
Kejujuran salah satu proses
dalam pembelajaran.
8.
Jangan mudah putus asa.
9.
Belajar dan bekerjalah
sesuai dengan pilihanmu sendiri, maka engkau akan senang menjalaninya.
10. Jangan
pernah mengejar kesuksesan. Jadilah orang besar, jadilah orang besar maka kesuksesan
akan mengejarmu.
11. Belajar atau sekolah jangan
membedakan kaya atau miskin.
12. Persahabatan lebih kuat dari saudara
sehingga dapat mendorong semangat belajar.
13. Belajar tidak harus menghafal yang
penting pemahaman dari apa yang dipelajari.
14. Jangan menekan/memaksakan kehendak
pada orang lain untuk menjadi seperti kita.
15. Mengajar tidak harus monoton pada
buku, tapi butuh perubahan baru yang lebih baik/inovasi.
16. Sopan terhadap guru (orang yang
lebih tua).
17. Belajar tidak harus dari guru
tapibisa juga dari murid.
18. Belajar bukan untuk mendapatkan
ijazah saja, tapi juga ilmu yang brmanfaat.
19. Kejujuran adalah kunci keberhasilan.
20. Dalam belajar berfikirlah efisien,
maka kesuksesan akan mengikuti
Kejelekan dari Film Tersebut
1.
Hidup adalah persaingan
seperti layaknya seekor burung.
2.
Pembelajaran bersifat statis
dan berorientasi pada hasil.
3.
Kekuasaan digunakan sebagai
alat untuk menindas orang lain.
4.
Pemaksaan dalam menentukan
perkuliahan.
5.
Berbohong demi keluarga.
6.
Pembelajaran adalah untuk
mencari nilai tertinggi dan mendapatkan ijasah.
7.
Merasa dirinya paling hebat
tanpa melihat orang-orang di sekitarnya.
8.
Menyepelekan kemampuan
peserta didik.
9.
Guru hanya memberikan
tekanan batin kepada peserta didiknya, bukan berfikir bagaimana cara agar
peserta didiknya menjadi pintar.
10. Mengambil
keputusan terlalu cepat tanpa melihat akibat yang akan terjadi.
11.
Jangan
suka pamer (kekayaan).
12.
Menyimpan
rasa dendam.
13.
Belajar
hanya menghafal tanpa memahami.
14.
Menekan/memaksa
seseorang untuk belajar.
15.
Menilai
sesuatu dengan uang.
16.
Selalu
menganggap diri sendiri paling pintar dan benar.
17.
Sombong.
18.
Curang,
dan mencuri.
19.
Menganggap
rendah orang lain.
20.
belajar
hanya untuk mendapat ijazah.




